<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>thepemerhatiummah - Wanita Sejahtera</title>
	<atom:link href="https://wanitasejahtera.com/author/the-pemerhati-ummah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://wanitasejahtera.com</link>
	<description>Kemajuan Wanita, Kesejahteraan Negara</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Mar 2025 08:34:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://wanitasejahtera.com/v1/wp-content/uploads/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>thepemerhatiummah - Wanita Sejahtera</title>
	<link>https://wanitasejahtera.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Surat Buat Yang Rasa Futur</title>
		<link>https://wanitasejahtera.com/pembangunan-diri/surat-buat-yang-rasa-futur/#utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=surat-buat-yang-rasa-futur</link>
					<comments>https://wanitasejahtera.com/pembangunan-diri/surat-buat-yang-rasa-futur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[thepemerhatiummah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2025 08:34:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pembangunan Diri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wanitasejahtera.com/?p=3454</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8221; Ukhti, Semakin kamu menempuh hidup ini, semakin semangat kamu akan diragut oleh duniawi. Perlahan-lahan, kamu akan rasa lelah dengan segalanya. Ujian yang kadang-kadang meninjau terasa tidak mampu lagi untuk kamu pikul. Rasa seolah-olah ia satu bebanan yang tak pernah henti. Saat itu, Mengadu saja pada Allah. Luah semuanya. Mengadu sehabisnya. &#8221; Ya Allah, aku ni dah rasa down sangat-sangat dengan dakwah ini. Rasa malas sangat nak berjuang. Banyak sangat ujian yang terkadang tidak mampu aku hadapi, Allah. Ya Allah, aku tak minta dihilangkan segala yang dirasa. Cuma yang ku pohon, campakkan aku kekuatan. Agar aku ini terus dan terus mencintai jalan-MU hingga aku bertemu dengan-MU. &#8220; Pintalah kekuatan dari Yang Maha Esa. Hanya Dia yang mampu menjagamu sepanjang berada pada jalan ini. Bergantung harap padaNya. Bukan pada manusia. Meski seakrab manapun kamu dengan dia. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://wanitasejahtera.com/pembangunan-diri/surat-buat-yang-rasa-futur/">Surat Buat Yang Rasa Futur</a> first appeared on <a href="https://wanitasejahtera.com">Wanita Sejahtera</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8221; Ukhti,</p>



<p>Semakin kamu menempuh hidup ini, semakin semangat kamu akan diragut oleh duniawi. Perlahan-lahan, kamu akan rasa lelah dengan segalanya.</p>



<p>Ujian yang kadang-kadang meninjau terasa tidak mampu lagi untuk kamu pikul. Rasa seolah-olah ia satu bebanan yang tak pernah henti.</p>



<p>Saat itu,</p>



<p>Mengadu saja pada Allah.</p>



<p>Luah semuanya. Mengadu sehabisnya.</p>



<p>&#8221; Ya Allah, aku ni dah rasa down sangat-sangat dengan dakwah ini. Rasa malas sangat nak berjuang.</p>



<p>Banyak sangat ujian yang terkadang tidak mampu aku hadapi, Allah.</p>



<p>Ya Allah, aku tak minta dihilangkan segala yang dirasa. Cuma yang ku pohon, campakkan aku kekuatan.</p>



<p>Agar aku ini terus dan terus mencintai jalan-MU hingga aku bertemu dengan-MU. &#8220;</p>



<p>Pintalah kekuatan dari Yang Maha Esa. Hanya Dia yang mampu menjagamu sepanjang berada pada jalan ini.</p>



<p>Bergantung harap padaNya. Bukan pada manusia. Meski seakrab manapun kamu dengan dia.</p>



<p>Kerana bayang-bayang pun tinggalkan saat kita berada dalam kegelapan.</p>



<p>Teruskan berjalan atas jalan yang kamu pilih, meskipun ditinggalkan berseorangan.</p>



<p>Buat yang rasa lemah dan menyendiri, terus thabat dan qowiyy.</p>



<p>Allah selalu ada bersamamu. Sentiasa ! &#8220;</p><p>The post <a href="https://wanitasejahtera.com/pembangunan-diri/surat-buat-yang-rasa-futur/">Surat Buat Yang Rasa Futur</a> first appeared on <a href="https://wanitasejahtera.com">Wanita Sejahtera</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://wanitasejahtera.com/pembangunan-diri/surat-buat-yang-rasa-futur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sabar dalam Doa</title>
		<link>https://wanitasejahtera.com/pembangunan-diri/sabar-dalam-doa/#utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sabar-dalam-doa</link>
					<comments>https://wanitasejahtera.com/pembangunan-diri/sabar-dalam-doa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[thepemerhatiummah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pembangunan Diri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wanitasejahtera.com/?p=3377</guid>

					<description><![CDATA[<p>Telah ku lihat sejarah, Tentang kisah-kisah manusia yang tabah, Aku melihat sesuatu yanh tak pernah ku lihat sebelumnya. Sejarah dan kisah itu, Mengajarku; Dalan doa perlu ada dua perkara penting, SABAR dan ISTIQOMAH. Sabarmu itu adalah kekuatan tabah dalam berdoa, Di saat semuanya rasa kelam, Hanya dengan doa mampu terang. Dan doamu juga ada permintaan bersabar. Kerana tahu, kesabaran yang dipohon mampu menguatkan perjalanan hati, Dalam menuju lembah cinta-Nya Istiqomah itu satu keajaiban, Bahkan kekuatan yang tiada tandingan. Ia luar biasa. Hasilnya juga, tak mampu kamu duga. Selama kamu bersabar, Selama kamu tetap istiqomah, Ingatlah bahawa.. Allah sentiasa mencintai hambaNya Yang terus dalam kesabaran dan istiqomah. Bila Dia cinta, Segala-galanya akan terasa, Bahawa isi dunia ini hanyalah sekadar singgah cuma. Yang tiada harga lagi untuk kamu terlalu harapkan seperti dulu. -Segmen Suri Hati</p>
<p>The post <a href="https://wanitasejahtera.com/pembangunan-diri/sabar-dalam-doa/">Sabar dalam Doa</a> first appeared on <a href="https://wanitasejahtera.com">Wanita Sejahtera</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Telah ku lihat sejarah,</p>



<p><a></a>Tentang kisah-kisah manusia yang tabah,</p>



<p>Aku melihat sesuatu yanh tak pernah ku lihat sebelumnya.</p>



<p>Sejarah dan kisah itu,</p>



<p>Mengajarku;</p>



<p>Dalan doa perlu ada dua perkara penting,</p>



<p>SABAR dan ISTIQOMAH.</p>



<p>Sabarmu itu adalah kekuatan tabah dalam berdoa,</p>



<p>Di saat semuanya rasa kelam,</p>



<p>Hanya dengan doa mampu terang.</p>



<p>Dan doamu juga ada permintaan bersabar.</p>



<p>Kerana tahu, kesabaran yang dipohon mampu menguatkan perjalanan hati,</p>



<p>Dalam menuju lembah cinta-Nya</p>



<p>Istiqomah itu satu keajaiban,</p>



<p>Bahkan kekuatan yang tiada tandingan.</p>



<p>Ia luar biasa.</p>



<p>Hasilnya juga, tak mampu kamu duga.</p>



<p>Selama kamu bersabar,</p>



<p>Selama kamu tetap istiqomah,</p>



<p>Ingatlah bahawa..</p>



<p>Allah sentiasa mencintai hambaNya</p>



<p>Yang terus dalam kesabaran dan istiqomah.</p>



<p>Bila Dia cinta,</p>



<p>Segala-galanya akan terasa,</p>



<p>Bahawa isi dunia ini hanyalah sekadar singgah cuma.</p>



<p>Yang tiada harga lagi untuk kamu terlalu harapkan seperti dulu.</p>



<p><strong><em>-Segmen Suri Hati</em></strong></p><p>The post <a href="https://wanitasejahtera.com/pembangunan-diri/sabar-dalam-doa/">Sabar dalam Doa</a> first appeared on <a href="https://wanitasejahtera.com">Wanita Sejahtera</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://wanitasejahtera.com/pembangunan-diri/sabar-dalam-doa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Saat Ini</title>
		<link>https://wanitasejahtera.com/cerpen/ketika-saat-ini/#utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketika-saat-ini</link>
					<comments>https://wanitasejahtera.com/cerpen/ketika-saat-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[thepemerhatiummah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jan 2025 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wanitasejahtera.com/?p=3335</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saya percaya saat ini, ramai yang rasa struggle with their own. Besar, kecil, berat, ringan pasti ada. Yang mungkin sama ataupun berbeza. Maka, inilah yang dinamakan medan ujian dunia. Sungguh, Jika ketika kerja kita tidak dihargai, Saat itulah kita belajar erti ketulusan dalam hati. Ketika usaha kita dinilai sebagai tidak penting, Saat itulah kita belajar tentang sebuah keikhlasan. Ketika hati kita terluka tersangat dalam, Saat itulah kita belajar tentang memaafkan. Ketika kita merasa lelah dan kecewa, Saat itulah kita belajar tentang kesungguhan. Ketika kita terasa sepi dan sendiri, Saat itulah kita belajar tentang keteguhan. Buat kamu, Tetaplah bersabar dan thabat, Teruskan semangat yang membara, Sentiasalah tersenyum hadapi segalanya. Bangkitlah belajar dari pengalaman, Kerana kita sedang menimba ilmu yang tidak diajar di mana-mana.. Sebuah &#8220;ILMU KEHIDUPAN&#8221; dari Tuhan.</p>
<p>The post <a href="https://wanitasejahtera.com/cerpen/ketika-saat-ini/">Ketika Saat Ini</a> first appeared on <a href="https://wanitasejahtera.com">Wanita Sejahtera</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saya percaya saat ini, ramai yang rasa struggle with their own.</p>



<p><a></a>Besar, kecil, berat, ringan pasti ada. Yang mungkin sama ataupun berbeza.</p>



<p>Maka, inilah yang dinamakan medan ujian dunia.</p>



<p>Sungguh,</p>



<p>Jika ketika kerja kita tidak dihargai,</p>



<p>Saat itulah kita belajar erti ketulusan dalam hati.</p>



<p>Ketika usaha kita dinilai sebagai tidak penting,</p>



<p>Saat itulah kita belajar tentang sebuah keikhlasan.</p>



<p>Ketika hati kita terluka tersangat dalam,</p>



<p>Saat itulah kita belajar tentang memaafkan.</p>



<p>Ketika kita merasa lelah dan kecewa,</p>



<p>Saat itulah kita belajar tentang kesungguhan.</p>



<p>Ketika kita terasa sepi dan sendiri,</p>



<p>Saat itulah kita belajar tentang keteguhan.</p>



<p>Buat kamu,</p>



<p>Tetaplah bersabar dan thabat,</p>



<p>Teruskan semangat yang membara,</p>



<p>Sentiasalah tersenyum hadapi segalanya.</p>



<p>Bangkitlah belajar dari pengalaman,</p>



<p>Kerana kita sedang menimba ilmu yang tidak diajar di mana-mana..</p>



<p>Sebuah &#8220;ILMU KEHIDUPAN&#8221; dari Tuhan.</p><p>The post <a href="https://wanitasejahtera.com/cerpen/ketika-saat-ini/">Ketika Saat Ini</a> first appeared on <a href="https://wanitasejahtera.com">Wanita Sejahtera</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://wanitasejahtera.com/cerpen/ketika-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Taaruf Sampai Mati</title>
		<link>https://wanitasejahtera.com/cerpen/taaruf-sampai-mati/#utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=taaruf-sampai-mati</link>
					<comments>https://wanitasejahtera.com/cerpen/taaruf-sampai-mati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[thepemerhatiummah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jan 2025 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wanitasejahtera.com/?p=3327</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak dinafikan lagi. Dalam kehidupan seharian, kita selalu bertembung dengan perbezaan. Ia seringkali menjadi pencetus kepada masalah sehingga berlanjutan menjadi satu konflik apabila pertembungan itu dengan cara yang tidak betul. Walaupun secara hakikatnya, manusia itu sama dari bentuk kejadiannya, itu tidak bermakna ada manusia yang benar-benar sama dalam segala genap perkara. Pasti ada saja yang berlainan. Kita diciptakan berbeza dan tetap memiliki perbezaan. Bahkan dengan perbezaan itulah yang membuatkan hidup kita lebih beerti dan bermakna. Tersimpan satu erti yang harus kita fahami bersama. Kerana perbezaan, kita akan merasakan makna kebersamaan. Sehinggalah kita dapat fahami bahawa perbezaan adalah asbab kepada sebuah pengertian. Perbezaan ini diciptakan Allah dengan tujuan manusia saling mengenal, berinteraksi, memahami dan memberi manfaat satu sama lain. Sebab itu, usah hairanlah jika dalam rukun ukhuwah dan usrah ada elemen 3T. &#124;Taaruf, Tafahum dan Takaful [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://wanitasejahtera.com/cerpen/taaruf-sampai-mati/">Taaruf Sampai Mati</a> first appeared on <a href="https://wanitasejahtera.com">Wanita Sejahtera</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak dinafikan lagi.</p>



<p>Dalam kehidupan seharian, kita selalu bertembung dengan perbezaan.</p>



<p>Ia seringkali menjadi pencetus kepada masalah sehingga berlanjutan menjadi satu konflik apabila pertembungan itu dengan cara yang tidak betul.</p>



<p>Walaupun secara hakikatnya, manusia itu sama dari bentuk kejadiannya, itu tidak bermakna ada manusia yang benar-benar sama dalam segala genap perkara.</p>



<p>Pasti ada saja yang berlainan.</p>



<p>Kita diciptakan berbeza dan tetap memiliki perbezaan.</p>



<p>Bahkan dengan perbezaan itulah yang membuatkan hidup kita lebih beerti dan bermakna.</p>



<p>Tersimpan satu erti yang harus kita fahami bersama.</p>



<p>Kerana perbezaan, kita akan merasakan makna kebersamaan.</p>



<p>Sehinggalah kita dapat fahami bahawa perbezaan adalah asbab kepada sebuah pengertian.</p>



<p>Perbezaan ini diciptakan Allah dengan tujuan manusia saling mengenal, berinteraksi, memahami dan memberi manfaat satu sama lain.</p>



<p>Sebab itu, usah hairanlah jika dalam rukun ukhuwah dan usrah ada elemen 3T.</p>



<p>|Taaruf, Tafahum dan Takaful |</p>



<p>Takkan pernah melompat dari satu tahap ke satu tahap jika taarufnya belum lagi selesai.</p>



<p>Kita berbeza untuk saling melengkapkan menjadi satu persamaan— satu penyatuan.</p>



<p>Mustahil untuk bersatu, jika belum kenali hati, selami hati, bahkan dalam membantu dalam pembinaan kekuatan hati, kurangnya pada proses pen&#8217;taaruf&#8217;an berlaku.</p>



<p>Kebersamaan akan hadir bersama taaruf yang berpanjangan.</p>



<p>Kesatuan akan lahir bersama taaruf yang diimplikasikan.</p>



<p>Bahkan satu prinsip diri pada namanya perkenalan,</p>



<p>&#8220;Taaruf takkan pernah berhenti sehingga kita mati.&#8221;</p>



<p><em><strong>-Segmen Suri Hati-</strong></em></p><p>The post <a href="https://wanitasejahtera.com/cerpen/taaruf-sampai-mati/">Taaruf Sampai Mati</a> first appeared on <a href="https://wanitasejahtera.com">Wanita Sejahtera</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://wanitasejahtera.com/cerpen/taaruf-sampai-mati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
